Sabtu, 12 November 2011

MENGENAL BANDAR UDARA DEPATI AMIR BANGKA

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang Bandara Depati Amir, alangkah lebih baiknya kita mengenal dulu Propinsi  Bangka -Belitung. Sebuah nama dari Propinsi yang belum lama lahir di Indonesia yang ada di antara dua pulau besar, Bangka dan Belitung. Propinsi Bangka Belitung membawahi satu Kotamadya yaitu  Pangkalpinang (89,40 km2), yang juga merupakan Ibukota Propinsi. Ada empat wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Bangka (2.950,68 km2), Bangka Barat (2.820,61 km2), Bangka Tengah (2.155,77 km2), dan Bangka Selatan (3.607,08 km2). Di Pulau Bangka terdapat 960.692 ( sembilan ratus enam puluh ribu enam ratus sembilan puluh dua ) jiwa penduduk.( sumber : sensus penduduk 2010 BPS ). Sedangkan di Pulau Belitung terdapat dua wilayah Kabupaten yaitu Belitung (2.293,69 km2), dan Belitung Timur (2.506,91 km2), dengan jumlah penduduk sekitar 262.356 jiwa.( sumber : sensus penduduk 2010 BPS ).. Pulau Bangka juga dikenal sebagai sebagai penghasil timah terbesar sedunia, dan telah dieksplorasi sejak 4 abad yang lalu hingga saat ini. Selain timah, komoditi utama di Bangka yaitu berupa pertanian lada putih. Sehingga Bangka pernah dikenal sebagai penghasil white pepper terbesar kedua di dunia.

Bandara Depati Amir merupakan satu satunya Bandara Umum yang ada di Pulau Bangka. Selain Bandara Depati Amir, di Propinsi Bangka Belitung terdapat satu Bandara Umum lainnya, yaitu bandara Hanandjudin di wilayah Tanjung Pandan, Pulau Belitung. Bandara depati Amir terletak sekitar 7 km arah selatan Kota Pangkalpinang. Secara geografis, letak pulau Bangka dengan referensi posisi Kota Pangkalpinang yaitu sekitar 240 Nm ( 450 Km ) arah utara Jakarta, dipisahkan oleh laut Jawa.


Bandara Depati merupakan Bandara Umum ( Sipil ) yang melayani penerbangan Domestik, di bawah pengelolaan sebuah BUMN, PT. Angkasa Pura II ( Persero ). Pada awalnya bandara ini telah mengalami beberapa perubahan dalam kewenangan pengelolaan. Namun untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada bab berikutnya, Awal lahirnya  Bandara.

Walaupun bandara ini statusnya bukan sebagai bandara utama, hanya sebagai bandara pengumpan, dan hanya terdapat sekitar hampir 1 juta jiwa penduduk di Pulau ini, namun mobilisasi penumpang dan penerbangan cukup tinggi. Rata rata tiap tahun tercatat 1.090.000 ( data bandara 2010 ) penumpang pulang dan pergi ke wilayah lain menggunakan jasa transportasi penerbangan dari Bandara ini. Artinya, secara rata – rata, hampir tiap 1 jiwa penduduknya satu kali naik pesawat tiap tahunnya, perjalanan pulang atau pergi.

Saat ini, bandara ini melayani penerbangan dari dan ke beberapa wilayah yaitu, Batam, Palembang, Tandjungpandan dan frekunsi penerbangan terbanyak yaitu Jakarta. Untuk meningkatkan pelayananan saat ini bandara Depati Amir terus berbenah dari berbagai bidang Pelayanan. Dan juga saat ini sedang dalam proses pengembangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar